3.3.a.6 Refleksi Terbimbing

 Oleh: Filailatut Tasrika, S.Pd.

CGP Angkatan 2 Kabupaten Malang

Klik Portofolio Guru penggerak

 1.  Apa yang menarik bagi Anda setelah mempelajari pengelolaan program yang berdampak pada murid?

Hal menarik yang saya amati dan ssya alami pada modul 3.3 tentang materi pengelolaan program berdampak pada murid adalah: bahwa program sekolah dapat dilakukan dengan memberdayakan aset apapun yang ada di sekolah. Mengoptimalkan kekuatan dan potensi dari aset sekolah yang dimiliki. Dari hal hal sederhana sampai yang paling up to date untuk diberikan kepada anak didik. Program yang berpihak pada murid dapat terwujud salah satunya adalah dengan kolaborasi antar aset yang dimiliki. Seperti yang telah kami lakukan pada kolaborasi kelompok untuk merencanakan program yang berpihak pada murid. Kami mengangkat program yang berbeda, ada Gerakan Literasi Sekolah, Kamis Manis, dan juga Kebunku Sahabatku. Masing masing program bermaksud untuk memberdayakan salah satu aset yang ada disekolah, dan tentu saja aset aset lain merupakan pendukung yang sangat berpengaruh berhasilnya suatu program. Modal manusia selalu ada dalam setiap program yang direncanakan, karena terdapat didalamnya penanggungjawab, koordinator, pelaku, dan juga pendukung terlaksananya program. Modal manusia inilah yang dapat menunjang program dengan pemikiran, tenaga, penyandang dana, penyedia materi, monitoring, evaluasi, tindak lanjut dan sebagainya. Modal manusia juga merupakan penghubung koneksi dan informasi untuk promosi dan mencari promotor dalam suatu program yang berdampak pada murid. Apapun kekuatan yang ada pada modal manusia dapat diberdayakan sesuai kekuatan yang dimiliki. Dengan menerapkan alur BAGJA kita dapat menemukan program yang sesuai dan berpihak pada anak didik

2. Apa hal-hal baru yang Anda temukan dalam proses pembelajaran tentang pengelolaan program yang berdampak pada murid? 

Saya menemukan banyak pengetahuan baru dan inspirasi dari semua teman CGP yang hebat hebat. Bahwasannya pengelolaan program berdampak pada murid dapat dimulai dari hal hal kecil disekitar kita, dari keterampilan dan kecakapan hidup sederhana yang lebih dekat dengan lingkungan dimana anak didik berada. Kearifan lokal, budaya daerah, dan tradisi dapat dijadikan sebagai program unggulan yang berpihak pada murid. Di modul ini saya menjadi kenal istilah MELR yaitu Monitoring, Evaluation, Learning, Reporting, yang merupakan sebuah aktivitas penting untuk mendukung tercapainya suatu program yang di rencanakan. Setiap program harus terencana dengan rapi mulai dari analisis, perencanaan, pelaksanaan, sampai evaluasi dan refleksi, semua tercatat dengan rapi dalam sebuah laporan terperinci. Hal ini berguna untuk arsip sekaligus menjadi acuan dan pedoman untuk melakukan program program berikutnya. Ada lagi istilah yang baru juga buat saya pribadi yaitu Manajemen Resiko merupakan salah satu hal wajib yang harus dilakukan dalam merencanakan program sekolah. Melalui manajemen resiko sekolah dapat mengantisipasi segala sesuatu yang kemungkinan besar dapat terjadi, baik dalam proses perencanaan sampai tahap pelaksanaan suatu program. Jadi sekolah telah mempersiapkan strategi untuk meminimalisir resiko dalam suatu program sekolah yang berdampak pada murid.

3. Perubahan apa yang akan Anda lakukan setelah memahami atau mempelajari materi ini?

Melalui pembelajaran modul 3.3 ini saya merasa dilatih untuk menjadi seorang pemimpin dan penenggungjawab suatu program sekolah yang biasanya di tangani oleh kepala sekolah kami. Dari mulai pemahaman materi mulai dari diri sendiri sampai kolaborasi kelompok, banyak sekali yang dapat saya ambil untuk di implementasikan. Saat ini saya menjadi terbiasa menggunakan alur BAGJA dalam setiap perencanaan suatu program. Se sederhana apapun program yang digagas, terasa lebih matang perencanaannya ketika saya melakukan alur BAGJA. Saya menjadi lebih berani untuk melakukan perubahan perubahan kecil yang positif di sekolah, dan saya mulai dari kelas saya sendiri. Perubahan juga saya rasakan pada perilaku anak didik, yang sudah terbiasa saya ajak untuk bermusyawarah dan mengemukakan pendapat masing masing. Mereka lebih berani mengungkapkan apa yang di idamkan dalam suatu program yang akan di rencanakan. Contohnya seperti saat kami ingin mewujudkan kelas idaman dengan pojok baca di dalamnya, mereka dengan antusias mengutarakan keinginan untuk memiliki dan membaca buku buku baru, dengan suasana yang nyaman. Anak didik juga berkontribusi dalam mendesain dimana dan bagaimana posisi buku dan rak nya di tempatkan. Alhamdulillah, saya juga menjadi lebih berani untuk berkomunikasi dan berkolaborasi dengan orangtua murid, mereka sangat mendukung program pojok baca yang di gagas. Kontribusinya berupa buku buku anak yang disumbangkan untuk pojok baca di kelas. 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

3.1.a.4.1. Eksplorasi Konsep - Prinsip Pengambilan Keputusan

3.1.a.4.3. Forum Diskusi - Eksplorasi Konsep Forum Diskusi Eksplorasi Konsep

3.1.a.5.1. Ruang Kolaborasi - Kerja Kelompok